Kenali Gejala TBC pada Anak

Minggu, 04 Agustus 2013

Tuberculosis atau biasa disingkat TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini akan menginfeksi organ pernafasan, terutama paru-paru. Namun TBC juga tidak hanya menginfeksi organ dan saluran pernafasan saja. Kulit dan selaput otak atau myelin juga dapat terinfeksi oleh bakteri ini. Tuberculosis menyerang manusia tanpa memandang jenis kelamin ataupun usia. Mulai dari bayi sampai manusia lanjut usia rentan terkena penyakit ini. Adapun tanda-tanda TBC pada anak tidak sulit dikenali. Untuk itu mari kita kenali gejala TBC pada anak.
Gejala paling umum yang pasti muncul adalah demam. Timbulnya demam merupakan pertanda masa inkubasi dari basil penyebab TBC. Demam yang timbul pada umumnya tidak terlalu tinggi sehingga terkadang dikira hanya demam influenza biasa. Gejala lain yang mungkin timbul adalah berkurangnya nafsu makan anak. Bahkan pada beberapa kasus anak tidak mau makan sama sekali. Anak juga mengalami penurunan berat badan secara drastis. Gangguan pada gizi terjadi hampir di semua kasus TBC anak. Hal tersebut berhubungan erat dengan rendahnya selera makan anak.
Sebagai orang tua, harus sigap kenali gejala TBC pada anak ini karena tidak sedikit orang tua yang sekedar mengira anaknya tidak mempunyai nafsu makan dan tidak mencari tahu penyebabnya. Kondisi lain adalah gejala tubuh anak yang lemas tidak memiliki daya atau kekuatan, nampak selalu kelelahan dan tidak bergairah, lambat di dalam beraktivitas serta terkesan menutup diri.
Gejala yang cukup khas untuk dikenali pada kasus TBC anak adalah adanya batu kronis dan berulang. Batuk dengan durasi lama ini tidak mengeluarkan dahak dan merupakan gejala serangan asma. Selanjutnya terjadi diare yang berulang pada anak juga menjadi salah satu pertanda bahwa anak terkena TBC.
Namun untuk lebih memastikan apakah benar anak terkena TBC atau penyakit lain adalah dengan melakukan tes laboratorium. Akan tetapi tetap harus kenali gejala TBC pada anak untuk dapat dilakukan antisipasi berikut penanganan secara tepat terhadap penyakit yang diderita oleh anak. Dan yang paling utama jangan lupa untuk melakukan imunisasi BCG yang merupakan salah satu upaya mencegah infeksi bakteri tuberculosis.

Sumber : artikeltentangkesehatan

Penyakit TBC Paru dan Gejala Penyakit TBC Paru

Tuberkulosis atau di sebut juga penyakit TBC Paru disebabkan oleh bakteri yang dikenal sebagai mycobacteria. Tuberkulosis dapat menyerang paru-paru, sistem saraf pusat, sistem limfatik, sistem sirkulasi, sistem saluran kemih dan genital, sistem pencernaan, tulang, sendi dan kulit
Nama spesifik bakteri yang menyebabkan tuberkulosis ( TBC Paru) adalah mycobacteria tuberkulosis.
Gejala penyakit Tuberculosis (TBC Paru) sebagai berikut ini :


  1. Batuk kronis
  2. Batuk berdahak dan keluar darah
  3. Berkeringat di malam hari
  4. Demam dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Tuberkulosis (TBC) sangat mudah menyebar melalui udara. Orang-orang dengan penyakit Tuberculosis dapat menularkan penyakitnya melalui udara ketika mereka batuk, meludah atau bersin.
Beberapa test yang dilakukan sebagai penunjang diagnosa penyakit Tuberculosis:
  1. Sinar-x dada
  2. Test darah
  3. Pemeriksaan mikroskopis.
Tuberkulosis adalah penyakit yang telah mempengaruhi tidak hanya manusia, tetapi juga binatang selama lebih dari 18.000 tahun, Para ilmuwan juga telah menemukan strain Tuberculosis menyebar pada tahun 18.000 tahun yang lalu
Dokter pertama yang mengidentifikasi tuberkulosis sebagai penyakit menular adalah Ibnu Sina pada tahun 1020SM.
Pada tahun 1987, kasus tuberkulosis di Britania Raya menempati urutan yang ke 5.000 setelah menempati urutan ke 117,000 pada tahun 1913. Tapi kemudian pada tahun 2000 jumlah kasus naik lagi ke 6,300 dan jumlah itu meningkat lagi pada 2005 yaitu mencapai 7,600 kasus Tuberculosis
Biasanya, penyakit TBC Paru disebabkan oleh bakteri yang menyebar ke paru-paru dan menginfeksi daerah itu. Jika Anda berhubungan dengan orang-orang yang memiliki penyakit TBC atau jika Anda memilikidiet yang buruk dan tidak sehat, maka Anda memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk menderita penyakit TBC. Juga jika Anda tinggal di daerah yang sangat ramai, kemungkinannya sangat besar sekali anda menderita penyakit TBC. Dan di seluruh masyarakat pada umumnya, jika terdapat kasus tingginya penyakit HIV dan peningkatan rakyat miskin, maka TBC akan lebih mungkin sekali terjadi.

Sumber : http://artikeltentangkesehatan.com

Penularan TBC

Penyakit TBC sudah kita kenal sejak lama. Penyakit yang satu ini menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Pria, wanita, tua, muda, hingga anak-anak berisiko tertular penyakit ini. Walaupun demikian, orang dengan kondisi sistem kekebalan tubuh yang lemahlah yang paling berpotensi terkena penyakit ini.
Stigma yang berkembang di masyarakat kita tentang penyakit TBC adalah sebuah penyakit turunan. Stigma ini tentu saja salah karena penyakit TBC bukanlah penyakit genetis yang terpaut gen apa pun. Hal yang benar mengenai penyakit TBC adalah penyakit menular. Jadi, seorang ibu hamil yang mengidap TBC tidak akan menurunkan penyakit ini kepada anaknya. Kalau pun nanti anaknya berpenyakit sama, itu adalah hasil penularan TBC dari ibunya.
Kenyataan bahwa penyakit TBC adalah penyakit yang menular membuat penyakit TBC berkontribusi besar dalam menduduki posisi atas sebagai penyakit dengan jumlah kasus tertinggi dari tahun ke tahun. Dan tentu saja, ketidaktahuan serta keterlambatan penanganan akan penyakit ini, membuat penderita semakin banyak yang akhirnya berujung pada kematian. Untuk bisa mengurangi dan menekan jumlah kasus yang terjadi, kita harus mengetahui segala sesuatu mengenai penularan TBC tersebut. Seperti apa cara penularan TBC tersebut?
Penyakit TBC menular dari satu penderita TBC ke calon penderita lain. Hal ini diakibatkan oleh adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh calon penderita. Bakteri tersebut bisa didapat melalui kontak dengan air liur yang mengandung bakteri TBC atau juga melalui udara yang tercemar bakteri TBC secara langsung atau tidak langsung. Kedua media ini (liur atau udara yang tercemar) biasanya ke luar dari penderita TBC paru-paru ketika batuk.

Secara langsung, udara dan air liur langsung masuk ke tubuh calon penderita. Sedangkan tidak langsung, udara dan air liur masuk melalui perantara, misalnya gelas bekas minum. Perlu diingat, penularan TBC seperti ini hanya terjadi pada penderita TBC paru-paru. Jika seseorang menderita TBC pada bagian selain paru-paru (misalnya TBC kelenjar getah bening), kemungkinan dia untuk menularkan penyakitnya melalui air liur dan udara sangatlah kecil. Ini tentu saja terkait dengan keterlibatan paru-paru di dalam sistem pernapasan.


Penanganan Terkini TBC Pada Anak

TBC pada anak bukanlah penyakit yang menular karena kuman hanya berkembang biak di kelenjar paru-paru jadi tidak terbuka. Hal itu tentu sangat berbeda dengan TBC pada orang dewasa yang bisa menular melalui kontak udara maupun badan dengan penderita.
Anak dengan kondisi gizi buruk atau memiliki sistem imunitas yang lemah sangat rentan untuk tertular kuman TBC. Untuk upaya pencegahan lebih dini agar anak tidak terinfeksi kuman TBC, maka disarankan kepada orang tua untuk memberi vaksin BCG pada anak, terutama setelah dilahirkan.
TBC pada anak bisa berbahaya kalau tidak ditanggulangi dengan benar, karena kuman yang masuk ke saluran napas dapat menyebar ke seluruh tubuh seperti selaput otak, hati, ginjal, tulang. Namun, selama daya tahan tubuh anak dalam keadaan baik maka kuman TBC akan berdiam diri dan baru bereaksi ketika daya tahan anak menurun.
Penanganan terkini TBC pada anak dimulai dari diagnosis TBC pada anak. Namun sebenarnya sangat sulit untuk dapat mendiagnosa Tuberculosis yang menyerang anak-anak yang lebih kecil. Padahal diagnosis tepat TBC sangatlah penting untuk menemukan adanya Mycobacterium tuberculosis yang hidup dan aktif dalam tubuh anak yang diduga TBC. Caranya yang paling mudah adalah dengan melakukan tes dahak. Namun hal itu tidak bisa dilakukan dengan uji dahak, karena anak yang menderita TBC biasanya tidak mengalami batuk berdahak. Untuk itu dilakukan cara lain untuk mendiagnosis kuman TBC pada anak, yakni melalui gambaran klinis, foto rontgen dada dan uji tuberculin atau uji mantoux. Jika mengandalkan hasil foto rongent dada, maka tidak akan ditemukan diagnosa yang tepat karenanya perlu dilakukan uji tuberculin. Nah, jika hasil Uji Tuberkulin positif, maka hal tersebut menunjukkan adanya infeksi TB.
Untuk itu, biasanya dokter akan menerapkan penanganan terkini TBC pada anak, yakni mengharuskan anak yang terinfeksi TBC untuk menjalani pengobatan TBC menggunakan tiga macam obat, yaitu INH, Rifampicin dan Pirazinamide. Pemberian obat INH dan Rifampicin selama dua bulan, dan Pirazinamide selama empat bulan, sehingga minimal pemberian obat sama dengan orang dewasa, yaitu enam bulan.
Selain mengetahui tentang penanganan terkini TBC pada anak, masyarakat juga harus memahami bahwa Penyakit TBC merupakan penyakit infeksi yang artinya, pasti ada sumber penularnya. Jadi, apabila kita mendapati seorang anak menderita TB aktif, maka langkah efektif yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran TBC kepada anggota keluarga yang lain adalah dengan memeriksa seluruh anggota keluarga dan orang dewasa lain yang memiliki kontak dekat dengan si anak yang menderita TB aktif. Hal itu berguna untuk mencari sumber penularan TBC, dan jika sudah ketemu maka penderita harus segera diobati, agar rantai penularan dapat dihentikan sedini mungkin.

 
Copyright 2010 Info Kesehatan Medis & Non Medis. All rights reserved.
Themes by Ex Templates Blogger TemplatesCoolbthemes.com - Home Recordings - Studio Rekaman